ReviewReviewReviewReviewMembuat Radio InternetJun 20, '08 7:51 AM
for everyone
Category:Other
Radio internet, radio online, atau sering disebut radio

streaming, sudah menjadi kewajiban bagi radio-radio konvensional era

sekarang jika tak ingin ketinggalan "kereta". Pembahasan kali ini

memberikan tips dan trik untuk memiliki radio online yang bisa siaran

langsung dan dapat didengar di seluruh dunia.

Internet datang, tak harus membuat radio tiarap. Hanya,

persaingan radio akan semakin ketat. Kemudahan internet memungkinkan

siapa pun, termasuk mereka yang belum punya radio konvensional, untuk

bisa memiliki radio online dalam waktu sekejap dan biaya murah.

Radio konvensional bisa melirik peluang radio internet ini karena

peluang ini tak sekadar memperluas pangsa pendengar, tetapi juga bisa

memperluas segmen bisnis. Ruang iklan tak hanya melalui media udara,

tetapi bisa ditawarkan versi website.



Di kota yang persaingan portal website-nya belum tinggi, radio

daerah bisa menjadikan peluang untuk merebut positioning gerbang

informasi di daerah. Karena itu, pembuatan website radio tak melulu

bertujuan menyiarkan radio di internet, tetapi harus ada "udang di

balik batu", yaitu tekad menjadikan diri sebagai portal web di

daerah itu. Apalagi, jika pemerintah daerah belum memiliki website,

peluang "merajai" daerah akan terbentang lebar.



Bisnis jejaring radio online sekaligus akan mengoptimalkan

kepuasan pengiklan, pendengar, dan pembaca website. Berita tak hanya

ditampilkan selintas di radio, tetapi terdokumentasi rapi di internet.



Untuk bahasan soal membuat portal web biaya murah, Kompas sudah

menyajikannya di edisi sebelumnya. Kali ini hanya dibahas bagaimana

membuat radio online secara murah.



Jangan dibayangkan, membuat radio internet itu membutuhkan biaya

ratusan juta rupiah. Semua perlengkapan, terutama software, tersedia

gratis. Karena itu, konsentrasi biaya hanya pada sewa server live

streaming.



Di Indonesia, harga server masih mahal. Beberapa yang terdeteksi

di mesin pencari yang menawarkan harga murah masih berkisar Rp 1,5

juta per bulan untuk co-location (titip server di tempat pengelola

server).



Jika dana mepet, pilihannya server Amerika Serikat jenis VPS

(virtual private server, seperti punya server sendiri mirip dedicated

server dengan akses admin/root). Harga masih ratusan ribu hingga

beberapa juta rupiah per bulan, tergantung dari ruang hardisk.



Jika masih mahal, cari server shared hosting, artinya dalam satu

server akan dibagi beberapa pemakai. Shared hosting untuk streaming

radio (bukan sekadar shared hosting biasa) berkisar beberapa juta

rupiah per tahun. Shared hosting menggunakan kontrol panel bernama

CPanel (www.cpanel.com) akan memudahkan instalasi SHOUTcast.



Server live streaming memang mahal karena menyiarkan radio di

internet membutuhkan pipa data (bandwidth) lebar dan tak bisa

dibatasi kontrol panel hosting. Pembatasan hanya bisa dilakukan

dengan membatasi jumlah maksimal pendengar.



Memulai instalasi

Instalasi SHOUTcast di server Windows dan Unix sudah dijelaskan

dalam dokumentasi www.shoutcast.com. Kali ini hanya dijelaskan

instalasi SHOUTcast di server Linux dari komputer klien berbasis

Windows.



Akan lebih mudah jika server yang digunakan ada fasilitas kontrol

panel bernama CPanel. CPanel sudah menjadi software standar industri

hosting dunia.



Harus diketahui di port berapa Anda mendapat kapling. Port

SHOUTcast berkisar mulai dari 8000. Informasi port diperoleh dari

admin server. Jika memiliki akses admin, Anda bisa menentukan sendiri

di port berapa SHOUTcast akan dijalankan.



Instalasi server

1. Unduh file server SHOUTcast dari www.shoutcast.com/ download,

klik "be a server", kemudian pilih file untuk Linux. Kemudian,

ekstrak file menggunakan Winzip. Akan ada tiga file, yaitu

README.TXT, sc_serv, dan sc_serv.conf. Bacalah file readme terlebih

dulu.



Login ke CPanel, gunakan "File Manager" untuk uploadfile. Buat

folder SHOUTcast (nama sembarang boleh) di luar folder publik

(public_html atau www) agar aman. Kemudian, upload dua file, yaitu

sc_serv dan sc_serv.conf, di dalam folder yang dibuat.



File sc_serv.conf digunakan untuk mengonfigurasi server. Buka

file sc_serv.conf, setidaknya ubah tiga isian di dalamnya yaitu:



MaxUser=32

(Angka 32 ini default isian SHOUTcast, bisa diisi sesuai dengan

yang disepakati dengan admin server)



Password=paswordku123

(Diisi password yang diinginkan, boleh diisi sembarang asal tidak

mudah ditebak)



PortBase=8000

(Diisi sesuai kapling port yang diberikan admin server).



Simpan editan sc_serv.conf. Setelah itu, ubah izin akses file

(permision) sc_serv dengan melakukan perintah "CHMOD" 755. Dari File

Manager, bisa dilakukan dengan mengklik file sc_serv kemudian

klik "Permission" di sisi kanan dan tentukan angkanya jadi 755.

Simpan hasil perubahan.



Selanjutnya, pastikan Anda punya akses "shell" untuk jalankan

SHOUTcast (jika Anda tak punya akses shell, berarti admin tak

membolehkan Anda install sendiri). Buka software Putty. Jika belum

punya Putty, download dari internet dengan mencari lewat Google.com,

masukkan kata kunci "download putty".



Jalankan Putty, nanti akan ditanyakan IP address atau alamat

website. Setelah memasukkan alamat web, misalnya tradiokutes.com

(tanpa http://www), akan terbuka tampilan Putty. Masukkan "login as"

dan "password" yang sama dengan username dan password akun CPanel.



Setelah sukses login, masuk ke folder SHOUTcast yang telah

dibuat. Jika nama foldernya "shoutcast", gunakan perintah:



cd shoutcast

./sc_serv

(akan muncul tampilan instalasi)



Untuk menutup Putty tanpa " membunuh" SHOUTcast server, tekan

Control+Z kemudian ketik huruf "bg", yang artinya server akan

berjalan dalam mode background.



Untuk mendengarkan radio streaming, koneksi internet rumahan

sudah lancar mengaksesnya layaknya radio konvensional. Ini berbeda

dengan video streaming yang membutuhkan koneksi 3G untuk menikmatinya

tanpa putus-putus.



Secara prinsip, software SHOUTcast bisa digunakan juga untuk

video dan televisi. Pembahasan video streaming atau TV live ini akan

dilakukan di edisi lain.





Di kota yang persaingan portal 'website'-nya belum tinggi, radio

daerah bisa menjadikan peluang untuk merebut 'positioning' gerbang

informasi di daerah.


SUMBER

11 CommentsChronological   Reverse   Threaded
zamudra wrote on Jun 20
ribet juga yah...
jatiagung wrote on Jun 20
ribet but thanks for share
mani3z3 wrote on Jun 20
drpd ribet, gabung ke radio gue ajah, ga pusing, tinggal siaran doank :D
fund0c wrote on Jun 20

pelan2 nih pahaminnya, tks
adeenz wrote on Jun 20
mani3z3 said
drpd ribet, gabung ke radio gue ajah
bneran nih??
yakin leh gabung??
mani3z3 wrote on Jun 20
adeenz said
bneran nih??
yakin leh gabung??
liatin website kita dulu http://radio.heartbeatstation.info , kalo beneran minat, msg ke gue ajah :)
chrisnabylla wrote on Jun 20
pernah tuh, sayang dah tutup webnya. lumayan kan kl bisa dengerin radio lwt internet di kantor......soale gratissssssssss....ha...ha...ha... mana linknya?
santipanon wrote on Jun 20
thanks for sharing Bayu, gw pengen keduanya, pengen bikin/punya radio internet sendiri, sekaligus pengen siaran juga. gw hanya pengen ngejajal kemampuan sense of music gw aja... :)
syamjuve wrote on Jun 20
ReviewReviewReviewReview
blog oke banget
heartbeatstation wrote on Jun 20
ReviewReviewReviewReviewReview
Salam Kenal dari Heartbeat Station
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help